Bab 8
Alvin terdiam lama, sampai mobil masuk ke basemen apartemen dosen Universitas Mandala.
Setelah mesin dimatikan, barulah dia berkata pelan.
"Ayahku dipindahkan kerja, seluruh keluarga pindah ke Kota Bipura. Sebelum pergi, aku sempat mencarimu, tapi Keluarga Asera bilang ... kamu sudah pulang kampung bersama ibumu."
Dia menoleh padaku, mata penuh rasa bersalah yang terpendam bertahun-tahun.
"Aku seharusnya bertanya lebih banyak. Kalau waktu itu aku memaksa bertemu, mungkin ... "
"Tidak ada kalau," sela aku.
"Meski kamu menemukanku, aku pasti akan mengusirmu."
Saat itu, aku hanya ingin menyenangkan Keluarga Asera agar hidupku lebih baik.
Seorang anak gendut yang canggung, tidak bisa membantuku.
Alvin seakan tahu isi pikiranku, tangannya mengusap rambutku.
"Karena itu sekarang aku sudah dewasa," katanya, "punya kekuatan, juga sedikit lebih pintar."
Yunita menyelipkan kepala ke depan.
"Kak Vina, kakakku di depanmu tetap penakut! Waktu kamu setuju makan bersamanya, dia gugup sampai kunci lab

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link