Bab 19
Hari ini, Yoshua mendorong Alisa kembali dari kelompok tari.
Keduanya sedang membahas detail latihan dengan suara pelan di bawah apartemen, suasananya harmonis.
Andre yang selama ini bersembunyi di kegelapan, melihat senyum hangat di wajah Yoshua dan sisi wajah Alisa yang meski tenang tapi tak lagi dingin. Perasaan cemburu, panik dan ketidakberdayaan yang bertumpuk selama berhari-hari akhirnya meledak.
Dia tiba-tiba keluar, menghadang mereka.
Andre menatap Yoshua dengan sorot tajam, layaknya hewan liar yang menjaga santapannya.
"Menjauhlah darinya!"
Yoshua terkejut sesaat, kemudian kembali tenang.
Dia menarik kursi roda Alisa sedikit ke belakang, lalu berdiri di depannya. Tubuhnya sendiri menjadi tameng, suaranya tetap tenang.
"Pak Andre, ada keperluan apa?"
Andre menggeram pelan, jemarinya mengepal erat hingga berderak.
"Aku bilang, jauhi dia!"
"Atas dasar apa kamu bisa berada di sisinya? Orang licik yang memanfaatkan kesempatan di saat orang lain rapuh!"
Yoshua mendorong kacamata, pa

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link