Bab 20
Dengan pertahanan Samuel yang tenang dan tatapan tegas Valeria, Henros akhirnya mundur selangkah demi selangkah lalu dengan canggung melompat kembali ke perahu motornya.
Mesinnya meraung saat berbelok dan melaju kencang seolah melarikan diri.
Henros bahkan tidak berani menoleh ke belakang.
Takut melihat tatapan tajam itu, takut melihat ketidakpedulian total di mata Valeria.
Begitu kembali ke darat, Henros masuk ke suite hotel paling mewah di daerah itu.
Di luar jendela besar terdapat pemandangan indah danau dan pegunungan, tapi Henros hanya merasakan kesedihan.
Henros mengunci diri di kamarnya, menenggak botol demi botol minuman keras, tapi tidak mampu memadamkan rasa iri dan sakit di hatinya.
Bayangan Valeria tersenyum pada Samuel berulang kali terputar di benaknya seperti kutukan.
Dia harus melakukan sesuatu!
Dia menghubungi nomor asistennya di rumah, suaranya serak karena alkohol dan amarah, "Selidiki! Samuel! Aku butuh semua informasinya! Latar belakang, perusahaan, bisnis, kelemah

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link