Bab 30
Waktu berlalu begitu cepat, tahun-tahun berlalu dengan cepat.
Lima tahun telah berlalu dalam sekejap mata.
Kota Zurina, Gedung Konser Opera Negara.
Malam ini, gedung itu penuh sesak, suasananya meriah.
Di tengah panggung, sorotan lampu terfokus pada piano hitam.
Valeria, mengenakan gaun beludru biru tua yang sederhana, duduk di bangku piano.
Perjalanan waktu tidak meninggalkan banyak bekas di wajahnya, sebaliknya telah menambahkan sentuhan keanggunan yang matang.
Matanya lebih tenang, sikapnya lebih terkendali, memancarkan cahaya unik yang dipupuk oleh cinta dan terbenam dalam seni.
Valeria mengangguk sedikit, jari-jarinya yang ramping menyentuh tuts.
Saat berikutnya, suara yang merdu namun kuat mengalir. La Campanella, karya Liszt.
Tekniknya semakin halus, ekspresi emosionalnya lebih lembut dan mendalam.
Musik itu terkadang melankolis, terkadang melambung tinggi, memikat hati setiap pendengar.
Di barisan depan bagian VIP, Samuel duduk bersama seorang gadis kecil, sekitar tiga atau emp

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link