Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 11

"Permisi, apa pernah melihat gadis ini?" "Nggak." "Maaf, nggak pernah lihat." "Agak familier ... tapi nggak ingat." Tiga hari berlalu, tetap tidak ada hasil. Rasanya seperti mencari jarum di tumpukan jerami atau terjebak di dalam labirin. Kecemasan dan rasa tidak berdaya semakin menumpuk. Malam hari, dia masuk ke sebuah bar kecil di tepi sungai. Lampu bar redup kekuningan. Seorang penyanyi tampil di panggung kecil, memetik gitar sambil menyanyikan lagu-lagu lama yang lembut. Dicky duduk di sudut, memesan segelas minuman keras, tapi hampir tidak disentuh. Pandangannya kosong, menatap aliran air yang berkilau dan bayangan lentera yang bergoyang di luar jendela. Tiba-tiba, pandangannya membeku. Di tepi bar, sesosok siluet wanita dengan tunik modifikasi berwarna putih kebiruan yang sederhana, masuk ke dalam penglihatannya. Wanita itu membelakanginya. Rambut panjangnya disanggul longgar, disematkan dengan sebuah tusuk kayu sederhana, memperlihatkan leher ramping indah dan sedikit kulit teng

Locked chapters

Download the Webfic App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.