Bab 21
Kegelisahan Pandu makin terlihat jelas, telapak tangannya bahkan sedikit berkeringat.
Setelah menunggu lama, tetap tidak ada yang membuka pintu.
Pandu merasa sangat gelisah dan refleks meraih pintu.
Namun, dia terkejut sekali saat mendapati bahwa pintu itu terkunci rapat dan sama sekali tidak bisa dibuka.
Sebuah papan tulis kecil di sebelah pintu menunjukkan bahwa hari ini penginapan tutup.
Awalnya, Pandu mengira papan itu memberitahunya bahwa Anita sedang menunggu untuk bertemu dengannya, jadi wanita itu sengaja memasang tanda yang menyatakan bahwa penginapannya tutup dan tidak menerima tamu.
Ternyata Anita justru menolak bertemu dengan Pandu.
Pandu akhirnya mengerti bahwa Anita telah menipunya.
Wanita itu bahkan tidak pernah mempertimbangkan untuk bertemu dengannya.
Anita ingin menggunakan cara ini untuk menolak Pandu.
Semuanya seolah mengatakan kepada Pandu bahwa Anita tidak berniat memaafkannya.
Pandu menatap penginapan itu dengan syok.
Dia dan Anita pernah membicarakan tentang mem

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link