Bab 23
Pandu merasa sangat bersalah.
Kalau dia diberi kesempatan kedua, dia pasti akan tetap menjadi dirinya sendiri.
Sayangnya, waktu tidak bisa diputar ulang.
Pandu berdiri di jalan yang asing itu, tampak tidak berdaya seperti seorang anak kecil.
Haruskah dia melanjutkan pencarian?
Tentu saja.
Namun, dari mana dia harus memulai?
"Halo, wanita di foto ini dan aku adalah suami istri, tapi dia lagi marah denganku dan kami berpisah. Aku sedang mencarinya. Bisakah kamu memberikan informasi kontaknya?"
Pandu bertanya dengan tulus.
Pelayan hotel itu ragu-ragu cukup lama. Pandu akhirnya mengeluarkan sejumlah besar uang, lalu pelayan hotel tersenyum lebar dan dengan cepat memberikan informasi kontak Anita.
Pandu menekan nomor itu, tetapi tidak ada yang mengangkat teleponnya.
"Dia pasti masih ada di pesawat."
Pandu menghibur dirinya sendiri.
Untuk membuktikan tekadnya meminta maaf dan mengakui kesalahannya kepada Anita, Pandu mengunggah surat permintaan maaf secara daring.
Setiap kata dan kalimatnya

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link