Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 7

"Bukan apa-apa," jawab Anita. Anita menatap ke luar jendela dengan mata yang memerah. Detik berikutnya, ribuan kembang api meledak di langit malam, menciptakan cahaya yang sangat megah dan memukau. Anita teringat ucapan Julia tadi siang. Malam ini Pandu akan menyalakan kembang api di seluruh penjuru kota untuk wanita itu. Ketika melihat Anita yang terpaku menatap kembang api di luar, mata Pandu dipenuhi kilau kasih sayang yang memanjakan. "Apa kamu suka melihatnya? Kalau begitu, aku juga akan menyiapkan pesta kembang api untukmu, jauh lebih megah dari ini, oke?" Pandu memeluknya dengan erat dari belakang, lalu membujuknya dengan suara lembut. Anita tersenyum. Namun, senyum itu terasa getir dan menyimpan sisa air mata. "Pandu, aku nggak suka barang yang sudah pernah dipakai orang lain," ujar Anita. Entah itu kembang api, ataupun ... orang. Pandu terdiam. Pandu tahu bahwa istrinya sedang membicarakan kembang api, tetapi jantungnya mendadak berdetak kencang. Entah mengapa ada rasa panik yang tiba-tiba menyergapnya. Setelah terdiam sejenak, dia mendekap Anita dengan lebih erat lagi. "Kalau begitu, aku akan menyiapkan kejutan lain untukmu. Aku nggak akan membiarkanmu merasa iri pada wanita lain," kata Pandu. Anita tetap diam. Dia hanya menatap kejauhan dalam diam, tanpa memberikan jawaban. Selama beberapa hari berikutnya, Pandu selalu pulang larut dan pergi saat fajar menyingsing. Dia tampak sangat misterius. Bahkan para pelayan pun menyadari keanehan itu, lalu mulai menggoda Anita, "Bu Anita, Pak Pandu pasti sedang menyiapkan kejutan rahasia untukmu!" "Benar sekali. Pak Pandu sangat memanjakan Bu Anita. Setelah memberikan perhiasan eksklusif, sekarang dia sudah menyiapkan hadiah yang lain lagi. Kejutan darinya benar-benar nggak ada habisnya." Anita hanya mendengarkan tanpa ekspresi, tanpa memberikan reaksi sedikit pun. Hingga suatu hari, Pandu menggandeng tangannya, lalu mengajaknya keluar dengan penuh rahasia. "Anita, aku akan membawamu ke suatu tempat. Kamu pasti akan menyukainya," kata Pandu. Baru saja Anita hendak menolak ketika ponselnya bergetar. Itu adalah pesan dari Anita. [Anita, coba tebak, apakah saat ini kamu yang lebih penting di hatinya, atau aku?] Detik berikutnya, ponsel Pandu juga bergetar. Anita meliriknya sekilas. Dia sempat melihat apa yang muncul di layar ponsel suaminya. Julia mengirimkan foto kakinya yang mengenakan stoking hitam, diikuti dengan pesan genit: [Kalau kamu terlambat, kesempatannya akan hilang.] Seketika itu juga, tatapan mata Pandu menggelap. Jakunnya bergerak beberapa kali. Beberapa detik kemudian, pria itu memasukkan kembali ponselnya ke saku jas. "Anita, ada masalah dengan sebuah proyek. Aku harus segera pergi untuk menanganinya." "Aku akan membawamu melihat kejutannya lain kali, oke?" Anita menatap matanya dalam diam, lalu tertawa pelan. Entah mengapa tawa itu membuat Pandu merasa sangat gelisah. Sedetik kemudian, Anita langsung turun dari mobil tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Hanya berselang tiga detik setelah Anita turun, mobil Pandu langsung melesat pergi dengan cepat. Pria itu tidak menunggu atau berhenti untuknya. Beberapa jam kemudian, Julia mengirimkan sebuah foto tumpukan bungkus kondom yang sudah robek di dalam tempat sampah. [Anita, kamu kalah lagi. Padahal aku sedang hamil, tapi dia masih begitu nggak sabaran untuk melakukannya. Menurutmu, seberapa besar dia mencintaiku?] Nada bicara Julia penuh dengan kemenangan. Anita menatap foto-foto itu, tetapi tetap tidak membalas. Dia sudah memutuskan untuk pergi. Hal-hal semacam ini tidak lagi mampu melukai hatinya. Selama beberapa hari berikutnya, Pandu tidak pulang ke rumah. Anita tidak pernah bertanya. Sebaliknya, pesan dari Julia tidak pernah berhenti masuk. Terkadang itu adalah foto potongan buah, terkadang foto satu lemari penuh barang mewah, terkadang foto masakan yang dibuat langsung oleh tangan pria itu .... Segala sesuatunya seolah memamerkan betapa besar cinta Pandu untuknya. Anita tidak membalas satu pun. Dia sedang sibuk membersihkan seluruh barang-barang miliknya di rumah itu. Jika ingin menghilang, Anita harus menghilang sepenuhnya.

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.