Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 22

Matahari terbenam, gumpalan awan berapi-api membara di langit. Natasha berlari di sepanjang jalan di belakang gunung. Gaun panjangnya tersangkut duri, tapi dengan mudah merobeknya dan melangkah maju tanpa ragu. Di belakangnya, para pengawalnya mengejarnya dan di depannya, sebuah helikopter muncul. "Tasha!" Ricky melambaikan tangan kepadanya. Angin yang berdesir dari helikopter membuat gaunnya yang robek berkibar keras. Natasha tersenyum tipis dan berlari menuju helikopter. Ricky segera berlari untuk menemuinya. Namun, sebuah mobil SUV berhenti tepat di antara mereka, menghalangi jalan Natasha. Ericko keluar dari mobil, ekspresinya muram, suaranya terdengar dingin. "Tasha, kamu masih begitu keras kepala!" Ericko berpikir bahwa kurangnya keributan yang dilakukannya baru-baru ini berarti Natasha sudah memaafkan, belajar dari kesalahannya dan berencana untuk menetap bersamanya. Namun, semua itu hanyalah taktik penundaan, Natasha diam-diam mengikatkan seprei ke tubuhnya dan melarikan diri m

Locked chapters

Download the Webfic App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.