Bab 9
Pesawat membelah angkasa, bersembunyi di balik hamparan awan.
Natasha menatap awan putih dan langit biru di luar jendela, lalu menggigit bibir bawahnya dengan keras untuk mengalihkan perhatian.
Lukanya masih berdarah, sementara rasa sakit yang hebat menyapu seluruh tubuhnya.
Dia harus bertahan sebentar lagi. Begitu pesawat mendarat, dia akan terbebas.
Saat melangkah keluar dari bandara, Natasha merasa seolah telah menghabiskan seluruh energi seumur hidupnya hanya untuk menyeret langkah yang berat.
Namun, baru saja dia mencapai tepi jalan, suara decit rem mobil sport yang tajam menusuk telinganya.
Mobil berhenti tepat di hadapannya, tetapi Natasha sudah tidak sempat mendongak. Dia benar-benar kehabisan tenaga, lalu terjatuh ke tanah.
Bagus sekali. Natasha baru saja sampai di negara asing, tetapi dia sudah terlibat kecelakaan.
Dia ingin tertawa, tetapi rasa sakit membuatnya tidak bisa tertawa.
Sesaat sebelum kesadarannya menghilang sepenuhnya, Natasha sempat melihat logo mobil itu. Itu a

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link