Bab 12
"Saya benar-benar suaminya." Yanto mengeluarkan surat nikah yang sudah agak kusut dari tas, menyerahkannya. "Lihat, ini surat nikah kami. Kami ... sebelumnya ada sedikit salah paham, jadi dia pergi sendirian. Saya sangat khawatir."
Guru perempuan itu menerima surat nikah itu, memeriksanya dengan teliti, lalu menatap Yanto. Keningnya berkerut.
"Ini ... memang surat nikah kalian. Tapi di formulir pendaftaran Diana, kolom status pernikahan jelas tertulis cerai," ujarnya sambil mengembalikan surat nikah, nada bicaranya pun menjadi lebih tegas. "Pak, urusan rumah tangga kalian bukan ranah kampus. Begini saja, aku akan tanyakan pada Diana. Kalau dia mau bertemu, aku akan atur. Tinggalkan nomor kontak atau datang lagi besok jam yang sama. Bagaimana?"
Yanto menatap wajah tenang sang dosen yang tidak bisa digoyahkan, tahu tidak ada gunanya memaksa.
Dadanya terasa sesak, seperti dipenuhi kapas basah yang berat.
"Baik." Yanto menyadari suaranya serak. "Besok saya datang lagi. Terima kasih."
Kelua

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link