Bab 14
Yanto membuka mulut, tenggorokannya kering dan sakit.
"Ibu ... " Suaranya serak, membawa kelelahan yang tidak bisa disembunyikan dan sedikit kerentanan. "Diana bilang ... kami sudah bercerai."
Di ujung telepon hening beberapa detik.
Lalu, Bu Susi menghela napas, suaranya menjadi berat.
[Beberapa hari lalu, dia juga menelepon rumah, bilang soal ini. Yanto, apa yang terjadi? Bukankah kalian baik-baik saja? Kenapa tiba-tiba ... ]
"Aku sepertinya ... sudah melakukan banyak kesalahan." Yanto menutup mata, suaranya nyaris tidak terdengar.
Bu Susi kembali diam lama.
[Nak.] Akhirnya Bu Susi bicara, suaranya penuh beban tetapi juga mengerti. [Diana itu gadis baik, penurut, sabar. Kalau dia sampai memilih cerai, pasti karena sudah sangat hancur, nggak ada harapan lagi.]
[Kalau kamu masih ingin keluarga ini, masih ingin dia, kejar dia. Minta maaf dan berubah.]
[Gunakan hatimu untuk menukar hatinya, bukan menganggap dia wajib menunggumu.]
[Cinta itu seperti api. Kalau nggak diberi kayu akan padam.

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link