Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 16

Yanto kembali ke restoran waktu itu. Setelah melalui berbagai rintangan, dia berhasil menemukan pelayan yang menghidangkan sup saat itu, seorang wanita paruh baya dengan wajah yang tampak jujur. Awalnya, wanita itu menghindari tatapan, berulang kali bersikeras bahwa dia hanya terpeleset. Sampai Yanto menunjukkan kartu kerjanya, berjanji tidak akan menyeretnya ke masalah, dan memberinya sejumlah uang cukup besar. Barulah wanita itu berkata jujur sambil menangis-nangis. "Itu ... wanita itu, yang akhirnya kena siram ... Dia beri saya sepuluh ribu, suruh saya pura-pura terpeleset, lalu siram sup ke tubuhnya. Katanya cuma bercanda, ingin mempermainkan kakak iparnya, nggak akan benar-benar melukai ... Keluarga saya susah, anak butuh uang sekolah, jadi saya ... saya ... " Wajah Yanto pucat, suaranya bergetar menahan marah dan panik. "Lalu yang membakar berkas itu? Juga dia?" Pelayan itu menangis sampai terengah-engah, mengangguk sekuat tenaga. "Ya! Dia sendiri mengeluarkan korek api dari saku

Locked chapters

Download the Webfic App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.