Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 8

Di stasiun suasananya gaduh. Teriakan pedagang dengan logat daerah yang kental, tangisan anak-anak, dan bunyi peluit kereta api berwarna hijau yang masuk stasiun bercampur jadi satu, sementara udara dipenuhi bau jelaga, keringat, dan rokok murah. Diana membeli tiket tempat duduk keras untuk kereta paling awal menuju Kota Kawala. Tempat duduknya berada di samping jendela. Dia menyelipkan kopernya ke bawah kursi, lalu duduk. Di depannya ada seorang ibu muda menggendong anak sekitar dua-tiga tahun, yang terus menangis. Sang ibu panik menenangkan, wajahnya penuh lelah. Akhirnya, dia mengangkat kopernya, melirik sekali pada rumah yang telah dia tinggali selama tiga tahun. "Untuk anakmu, mengganjal perutnya." Ibu muda itu tertegun, lalu cepat-cepat berterima kasih, menerima kue, merobek sedikit dan menyuapkannya pada anak. Anak berhenti menangis dan mulai makan sedikit demi sedikit. Ibu muda itu baru bisa bernapas lega, menyeka keringat di dahi, lalu menatap Diana. "Nona pergi ke Kawala send

Locked chapters

Download the Webfic App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.