Bab 14 Kita Pernah Berjanji Selamanya
"Bip! Bip!"
Alat medis mengeluarkan bunyi halus. Tania membuka mata, pikirannya masih kosong, menatap langit-langit beberapa saat sebelum menyadari dirinya berada di rumah sakit.
Di hidungnya terpasang masker oksigen, dan dadanya terasa sakit saat bernapas.
Tubuhnya sangat lemas, tak punya tenaga sama sekali.
Tania berusaha menggerakkan jari-jarinya untuk menyentuh perutnya, namun telapak tangan yang hangat menggenggam tangannya.
"Bayinya baik-baik saja!"
Saat menoleh, Tania melihat Cedric berdiri di sisi ranjang mengenakan jas dokter putih. Lingkar matanya menghitam, janggut pendek kehitaman tumbuh di dagunya. Dia tampak sangat letih, entah sudah berapa lama dia tidak beristirahat dengan layak.
Tania tersenyum tipis kepadanya, tubuhnya pun mulai rileks.
Bayinya baik-baik saja, sungguh lega!
"Kebakaran di mal memicu insiden desak-desakan. Tulang rusukmu patah dua, tulang kaki kiri patah, tulang dada bergeser, dan sekarang masih dalam kondisi kritis."
Cedric menarik kembali tangannya, b

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link