Bab 7 Namun Aku Harus Tersenyum dan Memaafkan
Dia takut jika Aldo bergegas menghampiri lalu menabraknya.
Namun Aldo tidak seceroboh yang dia bayangkan. Setelah menerobos masuk, dia menenangkan emosinya terlebih dahulu sebelum berjalan ke hadapan Tania.
Tatapannya tertuju pada tangan Tania yang melindungi perut bagian bawahnya. Alisnya berkerut sedikit, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa, hanya melirik Lea dengan khawatir. Setelah memastikan wanita itu baik-baik saja, barulah keningnya kembali rileks.
"Lea masih kecil, dia belum mengerti."
Itulah kalimat pertama yang diucapkan Aldo.
Hanya tujuh kalimat sederhana, tetapi jelas memihak dan memanjakannya.
"Dia sedang hamil, emosinya kurang stabil. Kalau dia melakukan sesuatu nggak usah dipermasalahkan."
"Atas dasar apa?"
Tania balik bertanya, dadanya terasa panas terbakar oleh kemarahan yang tak diketahui sumbernya.
Dia sudah bukan istri Aldo lagi, kenapa harus menuruti kata-katanya?
Dia dan Lea tidak punya hubungan apa pun, mengapa dia harus memaklumi tindakan ceroboh gadis itu?
Tak

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link