Bab 9 Bagaimana Cara Melupakannya
Setibanya di rumah, selain telapak tangannya agak lecet, memang tidak terjadi apa-apa lagi pada ayahnya.
Tania pun merasa lega, lalu bersama ibunya, Lanny, menggiling kulit dan membuat pangsit.
"Kudengar kamu bikin Aldo cerai tanpa membawa apa pun?"
"Mm."
Tania menjawab sambil jemarinya cekatan membentuk lipatan pangsit yang rapi dan seragam.
"Selama bertahun-tahun ini, meski Aldo agak kekanak-kanakan, Nenek sebenarnya selalu bersikap baik kepadamu."
Ucapan Bu Lanny selalu berhenti di titik yang pas. Maksud tersiratnya jelas, tindakan Tania yang membuat Aldo pergi tanpa membawa apa pun terasa agak terlalu tidak berperasaan.
Air sudah mendidih. Tania memasukkan pangsit-pangsit yang telah dibungkus ke dalam panci, lalu berkata dengan nada lembut, "Aku tahu apa yang harus kulakukan."
Usai berkata demikian, rasa mual tiba-tiba naik dari perutnya. Dia meletakkan sendok sayur dan segera berlari ke toilet untuk muntah-muntah.
Sudah lama dia mencoba, tetapi tak ada apa pun yang keluar. Perutny

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link