Bab 14
Dia meneleponku!
Aku ingin menekan tutup, entah kenapa jariku terpeleset dan justru menekan sambung.
Dia tidak mengatakan apa pun.
Seharusnya aku menutup telepon, tetapi entah kenapa jariku sama sekali tidak bisa menekan tombol tutup.
Aku hanya ingin tahu trik apa lagi yang ingin dia mainkan kali ini.
Bukan karena aku merindukannya.
Yang berbicara justru putrinya.
Suaranya sangat imut.
Pasti wajahnya mirip dia.
Putrinya bilang Felicia sudah tertidur.
Namun aku agak ingin bertemu dengannya, jadi aku asal mencari alasan untuk membawa orang itu kemari.
Yang datang ternyata gadis kecil yang kurus kering.
Matanya benar-benar mirip dengannya.
Aku tidak berani menatapnya terlalu lama.
Aku takut melihat bayangan orang lain pada gadis kecil ini.
Bagaimana caranya dia membesarkan anak?
Menyuruhnya memungut sampah, menyuruhnya tidur di sofa, sampai kurus seperti itu.
Kupikir lagi, ya masuk akal juga.
Dia bahkan tidak bisa merawat dirinya sendiri, bagaimana mungkin bisa merawat orang lain?
Aku men

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link