Bab 6
Putriku tentu saja tidak tahu apa-apa.
Melalui petunjuk yang diselidiki bawahannya, Sebastian membawa putriku ke rumah tempat sang putri dulu dibawa pergi.
Gang di kompleks itu terlalu sempit, mobil hanya bisa diparkir di luar.
Begitu masuk kompleks, Sebastian melihat tikus besar keluar dari selokan.
Dia segera melindungi putriku.
Siapa sangka putriku malah menepuk-nepuk tangannya. "Paman jangan takut, nggak menggigit."
Untuk sesaat Sebastian tidak membetulkan panggilan itu, saat menatap putriku, matanya dipenuhi rasa perih.
"Kamu dan dia ... ibumu selalu tinggal di sini?"
Putriku dengan riang menuntunnya masuk ke dalam, "Jalan sampai paling dalam, nanti sampai."
Putriku membawanya naik ke atas.
Kompleks lama, tanpa lift, di mana-mana penuh sarang laba-laba.
Sebastian yang bertubuh tinggi harus membungkuk untuk menghindarinya.
Sampai di depan pintu yang penuh ditempeli iklan kecil, putriku berjinjit membuka kunci dengan kunci yang tergantung di lehernya.
Sebastian menggenggam gagang pi

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link