Bab 35
Pak Danny ditekan ke dinding seperti anak ayam. Dia tidak tahu siapa orang di belakangnya. Dia hanya bisa menyerahkan cek dua miliar yang belum sempat hangat di tangannya.
"Siapa kamu? Aku kasih tahu, kakakku punya dukungan kuat. Kamu hati-hati kalau keluar rumah nanti, jangan sampai mati konyol."
"Sial!"
Enzo menyimpan cek itu dan menarik rambutnya lagi, lalu menghantamkan kepala pria itu ke dinding.
"Aku nggak peduli siapa kakakmu. Kamu berani menyentuh orangku, hidupmu sudah nggak lama lagi."
"..."
Belum selesai bicara, dua gigi depan Pak Danny sudah copot. Tinju Enzo terus menghantam tanpa memberi kesempatan bernapas.
"Kamu kira uangku gampang ... kamu ... ambil ... begitu ... saja?"
Mata hitamnya tampak memerah dalam gelap. Setelah melihat Pak Danny pingsan, Enzo menggoyangkan pergelangan tangannya, melangkah melewati tubuh mereka dan keluar dari gang yang gelap itu.
"Kiron, bawa bukti dan lapor polisi. Orang yang layak dihukum mati harus dihukum mati, yang harus masuk penjara bia

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link