Bab 58
Melihat barang-barang yang dibawa Carlo, Laticia merasa sungkan. "Pak Carlo, aku sebaiknya transfer uangnya ke Anda."
Dia tidak bisa menerima begitu banyak barang dari orang lain.
Carlo melambaikan tangan, suaranya tegas. "Kamu nggak perlu transfer uang ke aku, cukup kerja yang baik saja. Kalau nanti kekurangan bahan kebutuhan sehari-hari lainnya, langsung bilang padaku saja, jangan ada beban pikiran. Kerja yang rajin, usahakan untuk segera menjadi karyawan tetap dan menjadi desainer sesungguhnya."
"Eh! Ngomong-ngomong!" Dia tiba-tiba mengubah topik dan bertanya pelan. "Kamu dan Dokter Enzo ada hubungan apa?"
Dia duduk di sofa sambil mendorong kacamata di hidungnya. Ada sedikit rasa curiga di nada suaranya dan dia menekankan penyebutan Dokter Enzo.
Ternyata orang yang merebut rumahnya adalah Enzo. Tapi dia tidak percaya Enzo akan sengaja menyewa rumah hanya untuk memberi kuliah di rumah sakit. Pasti ada sesuatu yang dia tidak tahu.
Mata Laticia sedikit menghindar dan memainkan jarinya

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link