Bab 61
Dia memikirkan berbagai cara melarikan diri, tapi semuanya tidak mungkin, karena orang Ardo terlalu banyak. Di hadapannya, dia seperti semut yang bisa diinjak mati kapan saja.
Ardo menyeringai. Dia bersandar di pagar tangga. "Kamu pikir aku takut? Paling juga cuma keluar uang lebih banyak. Hanya satu nyawa, aku masih mampu membelinya."
"Aku tertarik denganmu, itu keberuntunganmu. Sebulan aku pura-pura jadi murid baik, tapi kamu nggak tahu diri dan berulang kali menolakku. Sungguh membosankan, lebih baik mati saja!"
Tatapan Laticia padanya semakin takut. Satu nyawa di mulutnya ternyata begitu tidak berharga. Dia bicara soal membunuh seperti bilang membunuh ayam. Gayanya santai sekali.
Dia tertarik dengan dirinya dan melakukan apa pun demi mencapai tujuan. Mungkin sebelumnya dia sudah mencelakai banyak gadis naif sepertinya. Orang ini, benar-benar iblis.
"Ardo, kamu benar-benar nggak punya hati nurani."
"Hehe!"
Ardo bertepuk tangan dan berkata santai, "Hati nurani? Tahu nggak, jika memba

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link