Bab 1397
"Nyonya, ini aku."
Suara yang terdengar dari ujung telepon bukan suara Agam, melainkan suara Ervin.
Pamela mengerutkan keningnya dan bertanya dengan nada waspada, "Ervin, kenapa kamu yang menjawab panggilan telepon ini? Di mana tuanmu?"
Di ujung telepon, Ervin sedang berdiri di kamar tamu Manor Tessa. Dia mengamati beberapa orang dokter profesional yang sedang mengobati luka luar tubuh Agam, serta mengobati kedua kaki Agam dengan cemas.
Saat ini, ekspresi Agam tampak pucat pasi. Saking kesakitannya, bulir-bulir keringat memenuhi dahi Agam ....
Dia sudah menjadi bawahan Agam selama bertahun-tahun. Dia belum pernah melihat Agam dipukuli hingga seperti ini. Walaupun Agam bisa menerima semua ini dengan lapang dada, tetapi dia enggan menerimanya.
Namun, kalau dia membawa anggotanya dan bermain kekerasan dengan Theo sekarang juga, maka sia-sia saja Agam menerima begitu banyak pukulan dari Theo tadi!
Dengan kepribadian Agam, Ervin tahu Agam tidak akan membiarkan Theo berlagak hebat di hadapan

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link