Bab 71
Malam itu, Cassandra menutup pintu, mengacak-acak lemari di kamar tidurnya.
Dia ingat beberapa tahun lalu dia masih punya beberapa topeng. Untuk perhelatan apresiasi pusaka besok, agar orang lain tidak mengenalinya, dia harus menggunakan kemampuan menyamar.
Untungnya, barang itu masih ada.
Cassandra menghela napas lega, lalu dengan hati-hati membersihkan topeng yang berdebu itu.
Topeng itu dibuat khusus oleh gurunya sesuai bentuk wajahnya, sangat pas. Setelah dipakai dan diberi riasan, bahkan dari jarak dekat pun tidak akan terlihat kalau itu hanya lapisan kulit tiruan.
Cassandra menyimpan topeng itu ke dalam tas.
Saat bersiap berbaring, dia menerima telepon.
"Halo?"
"Itu aku."
Dari seberang terdengar suara rendah yang memikat.
Cassandra tiba-tiba duduk tegak.
"Victor?"
"Hmm."
Sepertinya dia tertawa pelan. "Kenapa, terkejut mendengar suaraku?"
"Nggak, nggak." Cassandra menguap dan bertanya santai. "Sudah malam begini, ada urusan apa?"
"Bantuan yang kamu janjikan waktu itu, masih berlak

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link