Bab 16
Malam itu, Fajar pergi sendirian ke Bar Noctura, bar yang paling sering didatangi Wulan sebelum menikah. Wulan juga pernah diam-diam lari ke sana setelah menikah, lalu Fajar menyeretnya pulang.
Musik yang memekakkan telinga, cahaya lampu yang memabukkan, dan kerumunan orang yang sesak, semuanya terasa sama sekali tidak cocok dengan dunianya.
Fajar duduk di sofa paling gelap di sudut bar, memesan sederet minuman keras dengan nama-nama aneh yang dulu paling disukai Wulan.
Dia menirukan gaya Wulan dan menenggak habis semuanya dalam sekali teguk.
Cairan pedas itu membakar tenggorokan dan perutnya, namun tak membawa sedikit pun kenikmatan melainkan hanya kepahitan dan kekosongan tanpa batas.
Alkohol dengan cepat naik ke kepala, membuat pandangannya mulai kabur.
Dalam cahaya lampu yang remang dan berkilat, dia seolah melihat Wulan di tengah lantai dansa, mengenakan gaun slip merah menyala, tubuhnya yang lentur bergerak lepas mengikuti alunan musik.
Sosok itu menoleh, dan di tengah hiruk-piku

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link