Bab 18
"Pak Fajar, aku rasa aku sudah menjelaskannya dengan sangat jelas." Suaranya tetap datar, tanpa kemarahan, tanpa riak emosi. "Hubungan kita sudah berakhir, baik secara hukum maupun secara perasaan. Tolong jangan lagi mengganggu hidupku."
Setelah mengatakan itu, dia tak lagi menatap Fajar dan berjalan langsung ke kursi goyang, lalu duduk, mengambil buku yang setengah terbuka di meja kecil di sampingnya, dan mulai membacanya. Dia bersikap seolah semua yang baru saja terjadi hanyalah sebuah adegan kecil yang tak berarti.
Sinar matahari menyinari tubuhnya, membalutnya dengan cahaya hangat, namun sikapnya tetap dingin seperti gunung es.
Fajar berlutut di pasir, menatap sosok Wulan yang tenang, merasakan sisa sentuhan kain gaunnya yang lembut di ujung jari, dan merasa hatinya jatuh begitu saja ke dalam jurang tanpa dasar.
Tepat pada saat itu, terdengar suara siulan dan tawa gaduh tak jauh dari sana.
Beberapa pemuda lokal yang mabuk, berjalan sempoyongan ke arah mereka, menatap tubuh Wulan de

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link