Bab 26
Wajah Fajar seketika pucat pasi. Tangannya yang memegang cincin membeku di udara, matanya dipenuhi kepanikan dan tak percaya. "Wulan ... aku nggak sedang berakting. Aku tulus ... aku mencintaimu ... "
"Tulus?" Wulan memotongnya, senyumnya semakin dingin dan tajam.
Dia membungkuk perlahan, mendekat ke telinganya, dan dengan suara yang hanya bisa mereka berdua dengar, berkata kata demi kata dengan jelas. Setiap katanya seperti es beracun yang menusuk jantung Fajar. "Kalau begitu katakan padaku, Fajar. Dulu, saat kamu merancang sandiwara pahlawan penyelamat itu, menjebakku masuk ke dalam pernikahan seperti penjara, menjadikanku tameng demi melindungi Zoya yang kamu cintai ... apakah saat itu kamu juga merasa itu 'ketulusan'?"
Tubuh Fajar terguncang hebat, seolah disambar petir. Dia membeku di tempat, pupil matanya menyusut tajam.
Mulutnya terbuka, tetapi tak satu pun kata keluar. Rasa takut dan penyesalan yang dahsyat langsung menelannya.
Wulan berdiri tegak kembali, suaranya kembali jern

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link