Bab 412
Dia menunduk dan tiba-tiba mencium bibir merah wanita itu.
Merry sama sekali tidak menyangka, Shayne akan tiba-tiba menciumnya.
Mata terbelalak, wajah tampan pria itu membesar di hadapannya. Seluruh napasnya dihisap oleh pria itu.
Setelah beberapa saat, Shayne akhirnya melepaskan Merry yang napasnya terengah-engah.
Suara rendah dan seksi terdengar di telinganya, "Kita sudah bersama cukup lama, kenapa kamu masih belum bisa mengatur napas?"
Wajah Merry memerah, "Shayne, bisakah kamu jangan nggak tahu malu seperti ini?"
Bukan dia yang tidak bisa mengatur napas, tapi pria ini tidak memberinya kesempatan.
Setiap kali berciuman, Shayne selalu seperti binatang buas yang segelnya dilepas, seakan mau menelannya hidup-hidup.
"Aku kira kamu merindukanku, makanya minta aku menemanimu." Mata Shayne hitam pekat seperti tinta tumpah, seakan bisa menyedot jiwa seseorang.
Merry terdiam sebentar, baru sadar apa yang dia maksud.
"Shayne, apa yang kamu pikirkan setiap hari? Bisa nggak jangan memikirkan ha

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link