Bab 417
"Kalau aku tidak bilang, apa kamu nggak tahu?" Yuna menoleh dan memandangnya. "Dengan kecerdikanmu, Nona Merry, pasti sudah bisa menebaknya, 'kan?"
Merry berkata, "Walau cara Nona Yuna sedikit rendahan, tapi nggak pernah melakukan sesuatu tanpa tujuan. Kamu ceritakan ini padaku hari ini, jelas bukan karena iseng, 'kan?"
Kilat dingin melintas di mata Yuna, tapi masih tetap tersenyum.
"Aku ceritakan semua ini agar Nona Merry siap secara mental. Karena aku menyukainya, tentu aku ingin bersamanya. Kalau nggak berusaha, bagaimana bisa?"
Merry berkata datar, "Kalau begitu, aku ucapkan selamat dulu untuk Nona Yuna ... semoga tercapai."
Senyum Yuna sedikit memudar.
Saat ini, pintu kamar diketuk, Shayne masuk.
Begitu melihatnya, mata Yuna langsung berbinar.
"Shayne, kamu sudah kembali!"
Shayne tidak menjawab, hanya melirik Merry.
Ekspresi Merry tetap datar, tidak terlihat emosi apa pun, hanya ada jejak kelelahan di antara alisnya.
"Lelah ya?" Shayne melangkah ke sisi Merry. "Aku antar kamu pula

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link