Bab 438
Saat terbangun lagi, sinar matahari di luar jendela sudah sangat menyilaukan.
Merry perlahan membuka matanya.
Segelas air disodorkan ke bibirnya.
Merry sempat tertegun, lalu refleks ingin mengulurkan tangan.
Suara pria yang jernih dan enak didengar, terdengar di ruang rawat yang sepi.
"Kamu masih ada tenaga untuk memegang gelas?"
Merry mendongak, melihat wajah tampan dengan garis wajah yang jelas.
Dia berkata pelan, "Kapan kamu kembali?"
"Belum lama."
Merry mengangguk, tidak banyak bertanya lagi.
Shayne membantunya duduk, menegakkan bantal di belakang agar dia bisa bersandar lebih nyaman.
Merry melihat gerakan Shayne yang terampil, lalu tersenyum tipis, "Nggak disangka, kamu ternyata lumayan ahli merawat orang."
Gerakan Shayne yang memegang gelas sempat berhenti, matanya yang hitam pekat menatap wajah pucat wanita itu.
Shayne seolah tidak paham maksud tersiratnya, dia hanya berkata datar, "Minum dulu."
Merry tidak berkata apa-apa lagi, hanya menerima suapan air pria itu dengan tenang.

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link