Bab 442
"Jika Marco benar-benar menculikmu, dia harus menghindari pengawasan dan para penjaga di kastil, ini membutuhkan perencanaan matang yang lama. Mungkin hal itu masih bisa dilakukan."
"Tapi Marco merasa dirimu nggak bernilai, lalu mengembalikanmu lagi, bahkan tanpa diketahui siapa pun. Tingkat kesulitan melakukan itu sangat tinggi bukan? Bisa keluar masuk kastil tanpa hambatan, sekalipun ayah menggunakan beberapa cara, belum tentu bisa dilakukan sebersih itu."
Merry menyipitkan mata. "Bagaimana jika sejak awal Marco memang sudah merencanakan untuk mengembalikanku?"
"Tapi, bukankah kamu bilang Marco mengembalikanmu karena merasa dirimu nggak bernilai?"
"Ini hanyalah pernyataan sepihak Marco." Di mata Merry muncul kabut tipis, membuat orang sulit menebak perasaan sebenarnya di hatinya. "Bagaimana jika Marco hanya ingin membingungkan persepsiku?"
Yuna semakin bingung. "Kenapa Marco ingin membingungkanmu?"
"Tujuannya agar aku percaya dia ingin membalas dendam pada Shayne."
Yuna tidak berkata

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link