Bab 446
Pengawal mengambil sepotong kain untuk menutup mulut Marco.
Rudi menarik rambut Marco dan berkata dengan nada dingin, "Kalau kamu nggak mau menerima dengan sukarela, berarti harus menanggung hukuman. Aku nggak keberatan membuatmu menderita lagi."
Setelah berkata begitu, Rudi menatap Shayne.
"Pak Shayne, beri aku lima menit. Aku jamin dia nggak akan berani mengucapkan omong kosong lagi."
Shayne mengangguk pelan.
Rudi memberi isyarat pada dua pengawal di belakangnya, lalu kedua pengawal itu menyeret Marco keluar.
Beberapa adegan tidak pantas dilihat oleh Merry dan Yuna.
Lima menit kemudian, pintu ruang rawat diketuk perlahan.
Rudi masuk kembali bersama dua pengawal.
Tatapan Merry tertuju pada Marco yang diseret kedua pengawal itu.
Wajah Marco tidak ada luka apa pun, juga tidak memar dan bengkak seperti yang Merry duga. Marco tampaknya tidak terluka sama sekali, tapi entah dari tatapan maupun ekspresi, dia terlihat jauh lebih patuh.
Meski Merry tidak tahu metode spesifik apa yang digunaka

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link