Bab 17
Aku berbalik, Sania yang mengenakan gaun panjang putih berdiri di belakangku.
Wajahnya dirias dengan makeup yang ditata dengan saksama, seolah sedang menunggu seseorang.
Hampir saja aku lupa, aku baru saja membocorkan keberadaan Wayne kepadanya. Jadi sekarang, kemungkinan besar dia memang sengaja datang untuk menunggu Wayne.
Terpikir bahwa aku baru saja mengambil enam miliar darinya, suasana hatiku pun langsung membaik.
Jarang-jarang aku menyapanya sambil tersenyum.
"Lama tak bertemu."
Namun di wajahnya justru muncul ekspresi penuh kebencian.
"Tak kusangka kamu benar-benar kembali."
Sania melangkah maju dan mencengkeram pergelangan tanganku dengan kuat, berteriak rendah di dekat telingaku.
"Kamu pasti merasa sangat puas ya, Sharon? Darren sekarang hanya memikirkanmu, dia sudah nggak menginginkanku lagi, bahkan Ayah juga nggak menjadikanku sebagai pewaris."
Suasana hatiku yang baik langsung terusik, aku menarik kembali senyumku dan melangkah mundur dengan tenang.
"Sania, aku sudah lama

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link