Bab 20
Setelah Wayne mendapatkan jawabanku, dia dengan penuh semangat memelukku dan menciumku dengan ganas cukup lama.
Setelah aku hampir kehabisan napas, barulah dia melepaskanku.
"Aku ingat."
Tatapannya padaku seperti seekor serigala.
"Tiga hari lagi, aku pasti akan menagih jawaban darimu."
Aku menutup mulut, melotot kesal ke arahnya, tetapi sudut bibirku tanpa sadar terangkat.
Ternyata, berada bersama seseorang yang mencintaiku adalah hal yang sebahagia ini.
Hubunganku dengan Wayne berkembang pesat.
Aku tak lagi menolaknya dengan dingin seperti dulu.
Dan dia tetap memperlakukanku dengan sangat baik, bahkan lebih baik dari sebelumnya.
Sebaliknya, entah dari mana Sania mendapatkan nomor baruku.
Hampir setiap hari dia mengirimiku pesan, memohon agar aku tidak lagi merusak pertunangannya.
"Sharon, dulu aku salah, aku minta maaf padamu. Tolong, hari itu jangan datang, ya?"
"Maaf, sungguh minta maaf, aku nggak akan memperlakukanmu seperti itu lagi. Tolong jangan hancurkan pertunanganku."
Aku mem

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link