Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 22

Pada hari persidangan, Stanley tidak hadir. Miko datang, duduk di barisan paling belakang kursi pengunjung, menatap Yolanda yang digiring petugas pengadilan pergi dengan wajah kosong, linglung, dan berlinang air mata, tanpa sedikit pun ekspresi di wajahnya. Yolanda melihatnya, seolah melihat harapan terakhir, lalu menangis sambil berteriak, "Miko! Miko, tolong selamatkan aku! Aku tahu aku salah! Tolong minta pada Stanley agar memaafkanku! Suruh dia melepaskanku! Demi kita yang tumbuh bersama sejak kecil!" Miko hanya menatapnya dengan tenang, hingga suaranya menghilang di balik pintu ruang sidang. Lalu, dia berdiri dan pergi. Tanpa menoleh kembali. Semuanya telah berakhir. Yolanda masuk penjara. Keluarga Sumargo terpukul keras dan tak pernah bangkit lagi. Sementara itu, Stanley, di tengah pencarian gilanya terhadap Cynthia, memulai bentuk penebusan lain yang nyaris menyiksa diri sendiri. Dia membeli dengan harga tinggi, rumah tua tempat Cynthia pernah tinggal semasa kecil yang sudah lam

Locked chapters

Download the Webfic App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.