Bab 3166
Meskipun David bukan apa-apa di mata Fane, setiap pertempuran masih merupakan kesempatan baginya untuk memperbaiki dirinya. Keterampilannya sudah meningkat sedikit, tetapi dia tidak memiliki pengalaman.
Oleh karena itu, setiap kali bertemu lawan yang berada di pihak yang kuat, Fane akan menahan diri dan tidak melepaskan kesempatan untuk melatih dirinya sendiri!
Setelah naik ke udara, David berhenti. Dia menatap Fane dengan senyum dingin, “Hei berandalan! Kau akan segera tahu apa yang terjadi ketika kau menyinggungku!”
Fane tidak bisa menahan diri untuk tidak memutar matanya setelah mendengar perkataan David. Bahkan sekarang pun, David masih berniat membuang-buang waktu. Fane tidak mau repot-repot menghibur pria itu. Dia hanya berdiri di tempat seperti pohon willow yang tidak bergerak.
Setelah merasakan tatapan Fane, David mengerutkan keningnya. Dia mengatupkan giginya saat menatap Fane, tidak mengatakan apa-apa lagi!
Dia mengeluarkan raungan marah saat mulai membentuk segel dengan tan

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link