Bab 1996
Lilian berkedip dan menunjuk ke luar.
Fabian dengan cepat mengerti apa yang dimaksud Lilian. “Kau ingin bermain di luar, Lilly?”
Lilian mengangguk dengan serius.
Saat Fabian memegang tangan mungil Lilian yang menggemaskan, hatinya hancur. Sebenarnya, dia mengerti. Pasti sangat membosankan berada di kamar yang sama setiap hari, tapi mengingat kondisi Lilly, dia masih khawatir.
Namun, melihat sepasang mata penuh harap Lilian, Fabian langsung menelepon temannya, Evan, dan bertanya.
Segera setelah itu, Evan memberi Fabian jawaban yang memuaskan. “Kondisi Lilly makin stabil baru-baru ini. Dia bisa keluar, tapi harus di hari yang cerah dan kau tidak bisa meninggalkannya di daerah yang berangin. Ditambah lagi, dia bisa menghabiskan tidak lebih dari setengah jam di luar. Selama kau bisa memastikan untuk menjaganya dengan baik, kau bisa mengajaknya jalan-jalan.”
Setelah mendapatkan jawaban itu, Fabian tiba-tiba merasa lebih bersemangat.
Dengan hati senang, dia berjongkok di depan Lilian lagi da

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link