Bab 24
Wilma mendengarkan dengan tenang. Wajahnya tidak menampilkan ekspresi apa pun, seolah-olah mendengar sebuah cerita yang tidak ada hubungannya dengan dirinya.
Ketika asisten itu selesai berbicara, Wilma hanya mengangguk pelan, kemudian berbalik, dan meninggalkan ruang rawat itu tanpa sepatah kata pun.
Beberapa hari kemudian, demam tinggi Yoga akhirnya mereda, luka-lukanya pun stabil.
Hal pertama yang dilakukannya saat bangun adalah berjuang untuk mencari Wilma.
Dengan wajah berat, asistennya menyerahkan sebuah berkas. "Pak Yoga ... ini ... Nona Wilma minta saya sampaikan kepada Anda."
Itu adalah salinan kontrak yang sudah ditandatangani, mengenai penerimaan undangan residensi tiga tahun di sebuah desa seni terkenal di Benua Evoria Utara.
Itu artinya Wilma akan berada jauh dari segalanya di sini selama tiga tahun.
Yoga menatap kontrak itu, pupil matanya tiba-tiba menyusut. Jari-jarinya gemetar hingga hampir tidak mampu memegang kertas.
Emosi yang tertahan berhari-hari, kekhawatiran, keta

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link