Bab 113 Merindukan Pria
Beberapa saat kemudian, barulah dia menekan rasa gugup itu dan berkata dengan suara serak, "Nggak baik."
Nando meletakkan bubur yang dibawanya di meja samping ranjang, membantu Adele duduk, lalu menaruh bantal di belakangnya agar bisa bersandar dengan nyaman.
"Makan sedikit dulu lalu istirahat. Hari ini aku akan menemanimu di rumah."
Sambil berbicara, Nando duduk di tepi ranjang dan menyuapkan bubur padanya.
Jarak mereka terlalu dekat, membuat benak Adele teringat mimpi semalam.
Wajahnya langsung memerah.
Meski hanya mimpi ....
Namun terasa terlalu nyata. Adegan demi adegan menghantam pikirannya. Jadi saat melihat wajah tampan dan tubuh kekar Nando, sudah membuatnya teringat adegan intim mereka yang penuh gairah.
Saat melihat wajahnya memerah seperti itu, Nando mengulurkan tangan dan menyentuh dahinya. "Kenapa panas begini? Apa kamu demam?"
Begitu selesai bicara, dia langsung meletakkan mangkuk bubur dan berdiri hendak mengambil termometer.
Adele menariknya. "Aku nggak demam, hanya aga

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link