Bab 142 Dia Benar-benar Menandatangani Perjanjian Perceraian
Begitu selesai bicara, Adele menyalakan rekaman. Dari sana terdengar jelas kalimat yang tadi diucapkan James.
James benar-benar panik. Dia melangkah maju hendak merebutnya. "Adele, jangan keterlaluan!"
Adele menghindar dan menarik kembali ponselnya. "Kalau nggak mau aku bongkar lebih banyak skandal, sekarang juga kita urus perceraian."
Sikap James sangat tegas. "Selain hal ini, apa pun bisa aku turuti."
Saat ini seluruh Keluarga Hauten sedang berada di tengah badai. Kalau sampai bercerai, situasinya akan semakin buruk.
Lagi pula, Adele masih punya nilai untuk dimanfaatkan.
Sekalipun di antara mereka tidak ada cinta, posisi istrinya hanya bisa diduduki oleh Adele.
"Kamu nggak punya pilihan!"
Jika dihitung-hitung, sejak paket dikirim tadi malam, seharusnya sekarang sudah sampai.
Saat memikirkan itu, ponsel James berdering.
Dengan wajah gelap, dia menggeser layar untuk menerima panggilan.
Suara asistennya, Deon, terdengar. "Pak James, ada paket kilat dalam kota dari Nyonya untuk Anda."
Ja

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link