Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 1 Tertangkap Basah

Pada hari peringatan tiga tahun pernikahan, Adele Suria menyaksikan sendiri suaminya, James Hauten, berselingkuh. Di dalam kantor, dua tubuh telanjang saling bergumul liar di depan jendela besar. "James ... pelan sedikit ... sakit ... hmm ...." Wanita itu menggigit bibir sambil mengeluarkan desahan. James menghantam dari belakang dengan keras, suaranya terdengar parau penuh hasrat. "Siapa suruh bagian bawahmu begitu ketat? Enak sekali ... aku bisa mati karena kamu ...." Dada wanita itu berguncang karena hantaman. James mencengkeram dadanya dengan kuat, membuat bentuknya berubah di tangannya dan itu justru membuatnya semakin liar. Di ruangan yang sunyi, yang terdengar hanya suara tubuh saling berbenturan. Serta jeritan penuh gairah keduanya. Adele berdiri kaku di depan pintu, nyaris pingsan. Setengah jam lalu, James menelepon dan bilang harus lembur mendadak, tidak bisa pulang untuk merayakan ulang tahun pernikahan. Adele sempat mendengar suara seorang wanita di telepon dan merasa tidak beres, jadi dia langsung datang ke kantor. Dia tidak menyangka akan melihat pemandangan seperti ini. Wanita di bawah tubuh James itu adalah istri kakaknya yang sudah meninggal. Anggita Brisda. Wanita yang seharusnya dia panggil kakak ipar! Yang lebih ironis lagi, Anggita sedang hamil lebih dari enam bulan! Lewat celah pintu yang setengah terbuka, kedua orang itu berganti posisi. James kini berbaring di lantai, sementara Anggita duduk di atasnya. Tangannya memegang alat kelamin pria yang keras itu dan buru-buru memasukkan ke bagian bawah tubuhnya sendiri. Lalu, Anggita mulai bergoyang naik turun. "Ah ...." Melihat itu, Adele tidak bisa menahan rasa mual, menekan dada dan muntah. Sejak kakak James meninggal enam bulan lalu, James selalu menjaga Anggita, kakak iparnya itu dengan sangat perhatian. Bahkan jika Anggita menelepon tengah malam sekalipun, James akan langsung datang. Selain itu, untuk pemeriksaan kehamilan, selalu James yang mendampinginya. Tidak pernah absen sekali pun. Sebaliknya, James selalu dingin pada Adele, istrinya. Bahkan urusan ranjang pun dia tetapkan hanya boleh sekali sebulan. Dulu Adele mengira perhatian James pada Anggita karena kasihan pada kakak iparnya yang kehilangan suami di usia muda. James dingin pada dirinya karena wataknya memang dingin dan tidak terlalu tertarik pada urusan ranjang, tapi tidak disangka ternyata bukan begitu? Sejak kapan mereka menjalin hubungan seperti ini? Desahan dan suara lembut Anggita menarik kembali perhatian Adele. Saat ini, suara manja Anggita terdengar. "James, kenapa kamu masih menyimpan foto sewaktu kita kuliah dulu?" Adele melihat dengan jelas Anggita memegang sebuah bingkai foto, wajahnya dipenuhi senyum bahagia. James berlutut di depannya, menenggelamkan wajahnya di bagian dalam paha wanita itu dan mulai berulah di sana. "Kalau saja waktu itu aku nggak keras kepala, kita nggak akan bertengkar sampai putus. Kamu nggak akan menikah dengan kakakku hanya untuk membuatku kesal. Kita nggak akan kehilangan waktu sebanyak ini. Sekarang aku benar-benar nggak mau melepaskanmu lagi." Foto? Putus? Wajah Adele yang berdiri di pintu memucat. Dia tiba-tiba mengingat sesuatu, tidak sanggup lagi melihat lebih lama. Dia berbalik dan buru-buru pergi. ... Saat kembali ke rumah besar Keluarga Hauten, semua orang sudah tidur, termasuk para pembantu. Adele langsung naik ke lantai atas menuju ruang kerja James, menuju brankas yang terkunci. Selama ini dia beberapa kali melihat James membuka brankas itu dan mengambil sebuah album. Dulu dia mengira itu album keluarga, jadi tidak terlalu memperhatikannya. Namun percakapan James dan Anggita barusan membuatnya sadar kalau semuanya tidak sesederhana itu. Adele mencoba semua kata sandi yang terpikir olehnya, semuanya salah. Lalu Adele mencoba memasukkan tanggal lahir Anggita. Terdengar bunyi klik, brankas terbuka. Adele tersenyum pahit. Seperti dugaannya, di dalam brankas itu hanya ada foto-foto Anggita. Jika dia mengingat kembali pernikahannya dengan James, semuanya memang seperti lelucon. Dulu, karena kakek Adele dan kakek James adalah rekan seperjuangan, Keluarga Suria dan Keluarga Hauten sangat dekat. Waktu itu, bisnis Keluarga Suria sangat sukses, bahkan memiliki cabang di berbagai daerah dalam negeri. Sementara Keluarga Hauten baru mulai berkembang dan bisnisnya kurang lancar. Keluarga Suria memberikan bantuan dengan meminjam modal sebesar 200 miliar sehingga Keluarga Hauten pun perlahan bangkit. Untuk balas budi, Keluarga Hauten mengusulkan pernikahan dengan Keluarga Suria. Namun setelah bertahun-tahun posisi kedua keluarga berubah total. Keluarga Hauten semakin sukses, sementara Keluarga Suria mulai merosot karena beberapa hal. Adele masih ingat, waktu itu James hanya melihat semuanya dengan dingin. Kalau bukan tekanan Nyonya Siska, James tidak mungkin setuju menikah dengannya. Meski begitu, semua itu tetap tidak bisa menghindari kehancuran Grup Suria. Bahkan saat ayahnya berusaha bangkit kembali, setiap kali kekurangan dana, James selalu dipaksa turun tangan oleh Nyonya Siska. Sejak saat itu, dia tahu James tidak mencintainya. Namun dia tidak pernah menyangka kalau orang yang James cintai selama ini adalah Anggita! Wanita yang sudah dia panggil kakak ipar selama tiga tahun. Sungguh konyol! Pukul sebelas malam, James pulang. Adele baru selesai mandi dan belum sempat tidur saat pintu kamar dibuka dari luar. Seolah hanya menjalankan kewajiban, James tidak berkata apa pun, langsung menarik Adele ke dalam pelukan dan menciumnya. Jika ini terjadi sebelumnya, Adele pasti akan senang dan terharu. Namun setelah apa yang dia lihat malam ini, ciuman itu terasa menjijikkan baginya. Tangannya mendorong dada James. "Jangan ...." Belum sempat dia melanjutkan kalimatnya, James meraih pinggangnya, menahan suaranya dan membawanya ke tempat tidur "Hari ini tanggal 15. Kamu yakin nggak mau?" Suara James rendah dan terdengar sangat menggoda. Dia dengan mudah menekan tubuh Adele ke kasur. Adele menggenggam seprai erat-erat, memalingkan wajah menghindari ciuman James. "Malam ini aku nggak enak badan, lupakan saja." James mengira Adele marah karena dia tidak pulang merayakan ulang tahun pernikahan, jadi mengabaikan penolakannya. Dia menahan tangan Adele di kedua sisi tubuhnya. "Adele, untuk apa sok suci? Bukankah kamu sendiri yang mengaduh dan menangis di depan Nenek kalau aku nggak menyentuhmu?" Setelah menikah, James sama sekali tidak pernah mau menyentuhnya. Bahkan di malam pertama, dia membiarkan Adele sendirian di kamar pengantin, sementara dirinya tidak pulang semalaman. Nyonya Siska terus mendesak agar mereka segera punya anak, Adele yang merasa tertekan hanya bisa terus terang. Begitu mendengar itu, Nyonya Siska langsung murka, lalu mencari James dan menekannya dengan hak waris. Baru akhirnya mereka bisa bercinta sekali sebulan. Awalnya, James hanya langsung masuk ke inti saja. Belakangan, beberapa kali dia bahkan memberi sedikit pemanasan lebih dulu. Saat itu Adele sampai menangis senang, mengira James mulai peduli padanya. Tidak disangka, selama ini ternyata semua hanya dia yang salah menafsirkan! Di saat Adele melamun, James sudah merobek pakaiannya dengan kasar, lututnya menahan paha Adele, bersiap memaksa masuk.
Previous Chapter
1/82Next Chapter

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.