Bab 29 Mengungkapkan Identitasnya
Di dalam ruang istirahat, Carman terus menginterogasi Nando.
"Adele memang cantik, pantas saja kamu tergila-gila padanya. Begitu masa berkabungmu berakhir, kamu langsung kembali ke Kota Yunara. Kamu bahkan tinggalkan kami deminya pada malam itu!"
"Jangan macam-macam terhadapnya!"
Nando memegang segelas anggur merah sambil menggoyangkannya dengan perlahan.
Detik berikutnya, Nando melirik tangan Carman dengan dingin, lalu memperingatkannya. "Kalau kamu bertindak seperti itu lagi, aku akan potong tanganmu."
Carman segera menyembunyikan tangannya, lalu berkata dengan tidak berdaya, "Kami cuma jabat tangan, kenapa kamu harus cemburu?!"
Hanya berjabat tangan?
Tadi Nando sudah menghitung jika mereka berjabatan selama 11 detik.
Saat melihat ekspresi cemburu Nando, Carman tidak berani menyinggungnya. "Baiklah, baiklah, aku janji mulai dari sekarang aku akan jaga jarak dua meter darinya. Omong-omong, kapan kamu mau bawa dia pulang?"
Nando menyesap anggur merahnya. "Dia masih belum tahu identitas

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link