Bab 62 Kenapa Kamu Begitu Memedulikannya?
Keesokan paginya, demam Adele sudah mereda. Namun, peradangan masih ada sehingga Adele tetap perlu diinfus.
Nando bangun pagi-pagi untuk memasak bubur.
Begitu Adele bangun, Nando sendiri yang membawa bubur itu ke atas dan menyuapi Adele.
Walau baru dua hari sakit, berat badan Adele turun banyak. Kulitnya yang sudah pucat menjadi makin pucat, pembuluh darah kecilnya bahkan jadi samar-samar terlihat.
Rambut Adele terurai di bahunya. Adele bersandar dengan lemah di kepala ranjang, penampilannya yang rapuh membuatnya tampak makin kasihan.
Nando sibuk melamun dan dengan santai menyelipkan rambut dari wajah Adele ke belakang telinga wanita itu.
Sorot tatapannya terlihat sangat lembut. "Makanlah, lalu tidurlah sebentar. Kalau nanti sore kamu sudah merasa baikan, aku akan mengajakmu jalan-jalan."
Ujung jemari Nando yang panjang dan hangat itu dengan lembut menyentuh kulit halus Adele, membuat tubuh Adele gemetar.
Adele menyeruput bubur terakhir, suaranya tidak seserak kemarin. "Kalau kita ngga

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link