Bab 18
Jantung sang asisten berdebar kencang.
William setiap hari menanyakan kabar Selina.
"Pak William, sepertinya ada seseorang yang membantu Nyonya menyembunyikan keberadaannya, pengaruh kita nggak ada di sana, jadi menemukannya cukup sulit ...."
Seketika, raut wajah William berubah menjadi muram. "Aku mempekerjakanmu untuk menyelesaikan masalah, bukan untuk memberitahuku tentang kesulitan."
Sang asisten, berkeringat deras, tiba-tiba mendapat ide. "Pak William akan pergi ke Kota Lontara untuk urusan hukum, aku sarankan bertemu dengan perusahaan lokal terkemuka, Grup Sanjaya lalu meminta CEO mereka untuk membantu menemukannya. Mungkin akan ada hasilnya."
William berpikir lama, lalu berkata, "Baiklah, kita lakukan itu dulu. Pesan tiket pesawat aku untuk malam ini."
Setelah mendengar itu, sang asisten akhirnya menghela napas lega dan segera pergi.
Di kantor, William melihat foto Selina di atas meja.
Bingkai foto itu memudar karena sering disentuh, menunjukkan betapa William merindukan Selina

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link