Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Bab 6

Mendengar kalimat itu, serta air mata yang tiba-tiba mengalir tanpa sebab, hati Dario pun ikut panik. Selama empat tahun bersama, ini adalah pertama kalinya dia melihat Elyra memperlihatkan ekspresi lemah dan sedih seperti ini. Selama ini, apa pun yang terjadi, selama berada di hadapannya, Elyra selalu tampak penuh semangat dan tersenyum. Semua itu karena takut si pria salah paham, takut pria itu mengira dirinya telah kehilangan keyakinan terhadap hubungan ini. Meski tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tanpa sadar pria itu melangkah maju dan memeluknya. "Maaf, sayang, jangan menangis. Ini salah Kakak. Hari ini Kakak terlalu marah mendengar kamu memanggilnya kakak ipar. Mulai sekarang, Kakak nggak akan bersikap seperti itu lagi, ya?" Selesai berkata demikian, si pria kembali ingin menciumnya. Kali ini, gerakannya jauh lebih lembut dari biasanya. Namun Elyra tetap menepisnya. "Sedang haid." "Sudah lama, masih belum selesai?" "Hmm, mungkin karena waktu itu aku demam, jadi belum juga selesai." Mengingat betapa lesunya Elyra hari itu karena demam tinggi, sebersit kekhawatiran melintas di mata Dario. Dario tidak lagi memaksanya, dengan lembut memeluknya masuk ke kamar, menjulurkan tangan untuk mematikan lampu, lalu memeluknya naik ke tempat tidur. Elyra sudah terlalu lelah, bahkan tak sanggup membuka mata. Begitu menyentuh kasur, dia segera terlelap. Menatap wajah tidurnya yang tenang di bawah cahaya lampu tidur, Dario terdiam sejenak. Pikirannya dipenuhi berbagai kenangan kacau. Hingga pukul tiga, barulah dia mengecup kening Elyra dengan penuh kehati-hatian, lalu ikut terlelap. Tirai kamar tidak ditutup, sinar mentari pagi masuk dan membangunkan Dario. Orang di sampingnya masih tertidur, sedikit membalikkan badan, membuat lengan Dario yang sudah mati rasa terasa nyeri berdenyut. Pria itu membuka mata, melihat jam di atas meja menunjuk pukul sembilan, tubuhnya segera membeku. Kenapa jam biologisnya hari ini tidak membangunkannya tepat waktu? Mengingat sarapan di rumah biasanya disiapkan pada jam segini, Dario segera bangkit dari tempat tidur. Setelah membuka pintu, dia melangkah pelan, bersiap kembali ke kamar di seberang. Sebelum Dario melangkah jauh, Bu Vera muncul di ujung tangga. Melihatnya keluar dari kamar putrinya dengan mengenakan piama, Bu Vera segera terpaku di tempat. "Rio?" Tanpa sadar Dario melirik kerah bajunya yang kusut, hanya merasa jantungnya hampir meloncat keluar dari dada. Di sisi lain, Bu Vera juga tersadar, sorot curiga di wajahnya makin jelas. "Rio? Kenapa kamu keluar dari kamar Lyra!" Otak Dario yang belum sepenuhnya bangun hampir saja berhenti bekerja. Tepat saat dia tak tahu bagaimana harus menjelaskan, pintu di belakangnya tiba-tiba terbuka. Elyra muncul dengan pakaian rapi, menatap dua orang di depannya dengan ekspresi tenang. "Selamat pagi, Bu." "Kak, kamu menyuruhku makan, kenapa jalannya cepat sekali?" Ternyata hanya salah paham. Hati Bu Vera yang sejak tadi gelisah akhirnya benar-benar tenang. Dia melambaikan tangan ke arah mereka berdua. "Cepat turun, sarapan sudah siap." Elyra mengangguk, mempercepat langkah, menggandeng tangan ibunya turun ke bawah. Baru saja sampai di lantai bawah, dia tertegun, karena Yanisha sudah duduk di meja makan, tersenyum cerah sambil melambai ke arahnya. "Lyra, aku datang untuk membahas soal pernikahan dengan Rio. Kamu nggak keberatan, 'kan?" Belum sempat dia membuka mulut, Bu Vera sudah lebih dulu tersenyum dan menjawab, "Anak ini .... Lyra itu adik Rio, kamu pacarnya Rio. Kalian membicarakan pernikahan, dia cuma gadis kecil, mau keberatan soal apa." Mendengar itu, Elyra menarik sudut bibirnya. Benar, mulai sekarang dia hanya seorang adik, tentu saja tidak ada yang membuatnya keberatan. Dirinya duduk di depan meja makan, diam-diam mendengarkan Yanisha menggandeng Dario dan menanyakan tentang pernikahan. "Rio, kalau kita mengadakan pernikahan, menurutmu bagaimana kalau pesta taman? Atau ke pantai lebih baik? Kamu suka cincin berlian atau batu permata ya ...."

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.