Bab 211 Hardy Benar-Benar Putus Asa
Apakah mereka punya takdir?
Susan tidak merasa dia dan Hardy memiliki takdir, dia juga tidak ingin melihat Hardy.
Memikirkan pria itu, yang terlintas di benaknya hanyalah luka dan penderitaan yang pernah diberikan Hardy padanya.
Susan mengangkat tangan dan menyentuh pipi Yuki dengan lembut, berbincang santai sebentar dengan Jenny, lalu bersiap untuk beristirahat.
Lampu sudah dimatikan, tetapi Susan justru agak sulit tidur.
Selama lebih dari dua tahun terakhir, dia dengan sengaja tidak memperhatikan kabar tentang Hardy, membiarkan Hardy memudar dari kehidupannya.
Menjauh dari Hardy berarti menjauh dari rasa sakit.
Kini ketika kembali bertemu Hardy, ingatan yang tersembunyi di dalam kenangan datang bertubi-tubi, membuatnya kembali mengingat semua luka itu.
Waktu tidak membuatnya melupakan masa lalu.
Susan tanpa sadar memeluk Yuki yang ada di pelukannya lebih erat. Kini dia sudah memiliki kehidupan baru, obat target yang diteliti perusahaannya juga telah berhasil dipasarkan, dan kali ini

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link