Bab 220 Mengapa Hardy Bisa begitu Tidak Tahu Malu?
Susan merasa tertekan dan juga harus waspada terhadap kemungkinan Hardy bertindak kasar, maka dia berkata kepada Yuki, "Sayang, dia ayahmu."
Yuki bersandar di pelukan Hardy. Meski tidak tahu apa arti ayah, tetapi dia sangat menyukai Hardy dan enggan keluar dari pelukannya.
Hardy memandang Susan dengan tatapan penuh makna. "Kelihatannya Yuki memang sangat menyukaiku."
Susan menggigit bibirnya perlahan. Apakah ini ikatan darah?
Yuki memiliki rasa kedekatan alami terhadap Riana dan juga terhadap Hardy.
Seharusnya dia pulang sendirian, seharusnya tidak dia membawa Yuki kembali.
Dengan begitu, dia tidak akan terjebak dalam posisi yang begitu pasif.
Hardy menggendong Yuki dengan penuh sayang, lalu menatap Susan. "Hari ini aku akan membawa Yuki kembali ke Keluarga Juwanta."
Tanpa berpikir, Susan langsung menolak. "Nggak, dia nggak boleh meninggalkanku."
"Susan, aku hanya memberi tahu, bukan sedang berdiskusi denganmu." Tatapan Hardy ke arah Susan dipenuhi rasa tidak sabar.
"Hardy jangan keter

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link