Bab 230 Pada Akhirnya, Tetap Kalah oleh Susan
Setelah melakukannya, Jenny baru menyadari dirinya bertindak impulsif. Namun, karena sudah terlanjur, dia hanya bisa menegakkan kepala dan melanjutkan sikap keras itu. Mana mungkin dia meminta maaf kepada Hardy.
"Kalau begitu aku juga beri tahu kamu, hak asuh anak itu sama sekali nggak akan diberikan kepadamu!" Jenny menenteng tasnya dan pergi.
Di kepala Hardy, cairan kopi itu masih menetes. Dia menarik beberapa lembar tisu, lalu masuk ke ruang istirahat untuk mandi dan membersihkan diri.
Di dalam kopi itu ada cukup banyak es batu, es-es itu menyelinap masuk melalui kerah bajunya ke tubuhnya.
Sangat dingin.
Namun, masih kalah dingin dibandingkan hatinya.
Hardy melepas pakaiannya, memperlihatkan bekas luka panjang sekitar dua puluh sentimeter di punggungnya. Dia mengangkat tangan dan menyalakan pancuran, air mengalir deras dari atas kepalanya.
Saat menunduk, dia melihat bekas luka di dadanya.
Luka akibat bilah tajam yang menembus dadanya itu, meski sudah dua tahun berlalu, masih terasa

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link