Bab 38
"Aduh, bukankah ini mandor di pabrik konstruksi? Kenapa? Konstruksi sudah selesai, kamu datang perbaiki apa lagi? Berpakaian rapi begitu, kamu pasti pakai uang Keluarga Linggara, 'kan?"
"Dasar nggak tahu diri. Makan gratis sampai di keluarga konglomerat! Aku rasa kalian benar-benar sudah kehabisan akal hidup!"
Sinta terus menghinanya.
Entah apa yang membuat Keluarga Linggara seberani itu. Padahal, aliran dana mereka sudah putus. Mereka bukannya mencari cara untuk menyelesaikannya, mereka malah mencari masalah di sini.
Jadi, selama bertahun-tahun, Keluarga Linggara tidak mengalami kemajuan sama sekali.
Simon mengerutkan bibirnya dengan ekspresi menghina. Kemudian, dia berkata dengan nada dingin, "Makan gratis?"
"Yang nyelundup masuk ke pesta orang lain untuk makan gratis itu kalian. Aku nggak ingat kapan Keluarga Fulberto mengirim undangan pada Keluarga Linggara."
Begitu mendengar perkataan itu, para tamu di samping mulai berkomentar.
"Orang ini penampilannya gagah dan berwibawa, aurany

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link