Bab 47
Setelah anggota Keluarga Linggara diusir, tersisa David yang gemetar ketakutan. Dia berharap seandainya ada sebuah lubang di bawah kakinya sekarang, dia akan masuk ke dalamnya. Dengan begitu, dia tidak perlu menghadapi malapetaka yang akan datang lagi.
Namun, orang yang memanfaatkan kekuasaan orang lain pasti akan membayar konsekuensinya.
Bahkan jika dia ingin menghindar, dia tidak akan bisa.
"Pak Simon, menurutmu, bagaimana menangani orang ini?" tanya Willy sambil menuding ke arah David yang masih gemetar ketakutan.
Simon menatap David dengan ekspresi cuek dan datar. David bahkan belum sempat menjelaskan, dia sudah panik dan mulai memohon, "Pak Simon ... Pak Simon, Nona Stella ... maaf ... maafkan aku!"
"Aku terlena oleh hawa nafsu. Aku nggak mengenali kalian. Hari ini, aku tiba-tiba mengucapkan hal yang seharusnya nggak aku katakan. Maaf, itu salahku. Kalian boleh menghukum atau memukul aku sesuka hatimu."
Stella paling membenci pria seperti David. Mereka mengincar jabatan, tetapi ta

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link